Pipa PVC SNI Langgeng

Home » Pipa PVC » Pipa PVC SNI Langgeng

Pipa PVC SNI Langgeng

Posted on

Pipa PVC SNI Langgeng dalam hal bahan baku, pada dasarnya tak jauh berbeda dengan pipa sejenis standard JIS. Hanya saja, pipa standard nasioanal Indonesia ini memiliki ukuran dimensi diameter berbeda. Pipa PVC SNI biasanya digunakan pada proyek-proyek pemerintah. Seperti pengadaan air bersih mau pun tender pemerintah lainnya. Namun tak menutup kemungkinan swasta juga menggunakannya.

Pipa PVC SNI terbuat dari bahan polimer plastik Polivinil Klorida, bahan yang paling banyak penggunaanya. Produk pipa PVC SNI dirancang untuk jaringan perpipaan bertekanan sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pipa PVC diproduksi untuk mendistribusikan air bersih dan air minum ke seluruh masyarakat luas.

Perbedaan lain adalah panjang optimal Pipa PVC berbeda dengan standard JIS. Meski dalam diameter tertentu masih dijumpai panjang 4 meter per batang, namun pipa jenis ini secara umum memiliki panjang 6 meter setiap batangnya.

Berbeda dengan Standard JIS, Pipa PVC SNI juga memiliki kaya variasi penyambungannya. Selain menggunakan metode persenyawaan dengan solvent cement (lem), Pipa PVC SNI juga memiliki model penyambungan rubberring joint.

Metode ini dapat dilakukan dengan mudah tanpa menggunakan bahan perekat atau mesin penyambung yang lain. Sehingga dalam hal fitting, aksesories tersedia dalam bentuk solvent cement dan rubberring joint.

Dalam kebutuhan tekanan saluran, produk memiliki sejumlah jenis varian. Diantaranya S-8 S-10 S-12,5 S-16 dan S-20. Indikasi S pada varian tersebut mengindikasikan kuat tekanan pipa terhadap tekanan mulai dari 5 bar (5 Kg/cm2) hingga 16 bar (16 Kg/cm2).

Diameter Pipa PVC SNI memiliki varian terkecil 1/2 inch hingga 24 inch. Jumlah lebih banyak variasinya dibanding standard JIS yang hanya tersedia dari ukuran 1/2 inch hingga 12 inch.

Pipa PVC SNI menggunakan 2 metode penyambungan, yakni dengan menggunkan lem, atau yang biasa disebut SCJ (Solvent Cement Joint) pada metode ini, penyambungan antar pipa dengan atau tanpa fitting menggunakan lem sehingga menciptakan penyambungan bersenyawa yang anti bocor. Dan kedua menggunakan metode ring karet atau RRJ (Rubber-ring Joint), penyambungan ini lebih simpel dan juga ekonomis, hal ini disebabkan karena penyambungan dengan RRJ tidak perlu menggunakan lem untuk penyambungannya. Rubber-ring yang ada di dalam pipa/fitting memudahkan dalam penyambungan dan menghasilkan sambungan yang kuat dan anti bocor.

error: Content is protected !!